Kemarin, sekitar hari Selasa, 21 April 2009 pas hari raya Kartini. Wana n Tirta muntah-muntah secara bersamaan, mulainya sejak malam sebelumnya. Wana duluan yang muntah, kemudian tengah malam Tirta mulai muntah-muntah juga. Paginya, Wana pergi sekolah seperti biasa, saya berpesan kalo muntah lagi bilang ayah agar dijemput pulang. Tak alam Wana pergi sekolah, Tirta muntah-muntah lagi, dua kali. Saya yakin sekali nih anak keracunan makanan. Tapi apa?. Selidik punya selidik, ternyata mereka berdua pada hari Senin, tanggal 20 April 2009 makan buah kelengkeng yang dibeli pada hari Minggu. Kelengkeng di simpan di kulkas itulah yang mereka habiskan mengakibatkan muntah-muntah pada malam harinya.
Pas jam 10 pagi hari Selasa itu, saya ditelepon oleh guru Wana bahwa Wana sudah muntah dua kali lagi. Secepatnya saya jemput dia dan bawa pulang. Mereka berdua saya suruh istirahat dan banyak minum. Kembali yakin mereka keracunan buah kelengkeng, apalagi perut mereka kosong dari makanan lain.
Sempat panik juga sich…tetapi sore hari kami bawa ke dokter anak. dinyatakan sehat dan dikasih obat anti mual/muntah yang diminum sebelum makan.
Dari pengalaman di atas, ternyata memang harus hati-hati juga titip anak ke Mbaknya di rumah, terutama soal makanan ini. Bagaimana kalo yang masuk perut anak adalah makanan lebih berbahaya??? atau terlalu kebanyakan sehingga menimbulkan efek samping.
Tabik
Ira said,
30 April 2009 @ 8:33 am
Hmm,, kalau buah kelengkengnya itu dikemas di dalam kaleng, biasanya tidak bisa lama jangka waktunya setelah kemasan dibuka. Dia akan mengeluarkan ragi atau busa, yg kalau kita makan airnya itu terasa asam dan berakohol. Tapi kl buah kelengkengnya itu Fresh, mgkn krn dingin dan Wana n Tirta belum mengisi perut dengan makanan padat. Ya setiap kejadian bagian dari pelajaran…
wanatirta said,
2 May 2009 @ 8:47 pm
yaa begitu bu, terimaksih info nya yaa
wanatirta