Archive for April, 2009

“Dede mo colah” (mau sekolah)

Kata-kata di atas akhir-akhir ini sering diucapkan anak bungsu saya, pagi hari, siang hari, bahkan malam hari menjelang tidur pun masih juga mengucapkan kata-kata di atas. Jadi terharu mendengarnya, mengingat biaya sekolah “playgroup” saat ini cukup mahal belum lagi biaya-biaya sampingan yang bejibun.

Kemarin istri saya (karena cuti, jadi ada dirumah) bilang bahwa si dede menemukan uang kertas mainan kemudian di pungut dan diberikan ke bundanya sambil berkata ” Bunda ni wang buat colah dede”. Hampir nangis bundanya itu mendengar si Tirta bicara seperti itu. he..he.he.

Saya sendiri sempat ditelepon beberapa kali oleh pemasaran sekolah-sekolah playgroup tersebut, tapi jawaban saya selalu ngeles, “nanti dulu yaa, anaknya belum 3 tahun” padahal yang ada dalam pikiran saya adalah berapa rupiah yang harus saya sediakan jika masuk pada saat itu.

Biaya sekolah ini memang sudah menghantui sejak lama…(“sapa suruh bekeng anak”, kata temen saya dari timur).

sekolah bagus kayanya sudah pasti mahal, sekolah mahal belum tentu bagus; sekolah murah belum tentu jelek tetapi sekolah jelek kayanya sudah pasti murah. hemm jadi bingung neh.

Ada nggak sekolah murah sudah pasti bagus???

Comments (1) »

Anak Muntah-muntah

Kemarin, sekitar hari Selasa, 21 April 2009 pas hari raya Kartini. Wana n Tirta muntah-muntah secara bersamaan, mulainya sejak malam sebelumnya. Wana duluan yang muntah, kemudian tengah malam Tirta mulai muntah-muntah juga. Paginya, Wana pergi sekolah seperti biasa, saya berpesan kalo muntah lagi bilang ayah agar dijemput pulang. Tak alam Wana pergi sekolah, Tirta muntah-muntah lagi, dua kali. Saya yakin sekali nih anak keracunan makanan. Tapi apa?. Selidik punya selidik, ternyata mereka berdua pada hari Senin, tanggal 20 April 2009 makan buah kelengkeng yang dibeli pada hari Minggu. Kelengkeng di simpan di kulkas itulah yang mereka habiskan mengakibatkan muntah-muntah pada malam harinya.

Pas jam 10 pagi hari Selasa itu, saya ditelepon oleh guru Wana bahwa Wana sudah muntah dua kali lagi.  Secepatnya saya jemput dia dan bawa pulang. Mereka berdua saya suruh istirahat dan banyak minum. Kembali yakin mereka keracunan buah kelengkeng, apalagi perut mereka kosong dari makanan lain.

Sempat panik juga sich…tetapi sore hari kami bawa ke dokter anak. dinyatakan sehat dan dikasih obat anti mual/muntah yang diminum sebelum makan.

Dari pengalaman di atas, ternyata memang harus hati-hati juga titip anak ke Mbaknya di rumah, terutama soal makanan ini. Bagaimana kalo yang masuk perut anak adalah makanan lebih berbahaya??? atau terlalu kebanyakan sehingga menimbulkan efek samping.

Tabik

Comments (2) »