Mengapa, hampir semua, dari kita ingin memiliki anak? bukankah memiliki anak akan menambah beban? bukankah memiliki anak hidup kita tidak bebas lagi? tidak seperti waktu masih gadis atau bujangan?
Pernahkan kita bertanya ke anak, apakah mau mereka dilahirkan ke dunia ini? Pernahkan kita bertanya ke anak dulu mereka tinggal dimana? Surga atau Neraka? tentu kalo mereka jawab dari neraka kita dapat berasumsi bahwa kita menyelamatkan mereka. kalau sebaliknya?
Setelah lahir, pernahkan kita bertanya apa yang bisa membuat mereka bahagia? pernahkan kita bertanya apa yang paling mereka butuhkan kala tertidur, kala sakit, kala kesepian? atau kita tidak perlu bertanya, karena kita sudah menganggap kita Tuhan, tahu segalanya. Tahu bahwa anak akan bahagia kalo kita belikan mereka mainan dan baju. Tahu bahwa anak akan mengerti ketika kita pergi kerja berhari-hari. Tahu bahwa kita kerja keras untuk mereka (bukan untuk ego kita mengejar karir).
Pernahkan kita mengingat ketika kita kecil menangis sekuatnya takkala orang tua kita pergi kerja dan pulang malam? pernahkah kita mengingat ketika kita sakit waktu kecil, kita tidak butuh obat apapun, kita hanya ingin dipeluk oleh orang tua kita.
Apakah kita menginginkan anak hanya untuk mengulang kepedihan yang telah kita alami?
Mengapa kita menginginkan anak, jika hanya akan kita tinggalkan dirumah, cukup dikasih makan, pakaian dan sekolah? Mengapa kita begitu menginginkan anak kalau kita ternyata tidak sanggup menyediakan lebih dari sekedar makanan, baju, dan sekolah?
Mengapa kita menginginkan anak, kalau kita tidak bisa menahan ego kita, nafsu kita sendiri?
Salam.
NB : Ditulis tidak untuk dibaca oleh orang yang tidak mau memiliki anak.