Temper Tantrum dan Tips Mengatasinya
Istilah temper tamtrum saya baca di Koran Tempo terbitan hari Minggu edisi 1 April 2007. Istilah tersebut ditujukan untuk anak-anak yang suka marah-marah tidak jelas, atau tiba-tiba saja ngamuk pada saat sedang asyik bermain atau jalan-jalan. Temper tantrum ini katanya biasa terjadi pada anak menjelang umur tiga tahun. Pas sudah dengan umur anak saya yang juga saat ini punya kebiasaan seperti di atas, tiba-tiba saja ngambek tanpa sebab, kita tanya maunya apa enggak tahu, di suruh main saja enggak mau, pegang mainan di banting atau di lempar. Pusing juga jadinya.
Kata penulisnya ”anak usia segitu sedang belajar emosi” mungkin juga begitu. Dalam tulisan di koran tersebut bahwa anak mengalami temper tantrum ketika merasa frustasi. Frustasi karena banyak yang ingin dilakukan tetapi tidak bisa, berkomunikasi tidak nyambung, jadi biasanya diekspresikan dengan berteriak, menangis dan merajuk.
Kalo anak sudah kumat seperti ini, katanya kita tidak usah panik dan tetap bersifat suportif terhadap anak, tak perlu marah atau bahkan memukul (emang gampang sich kalo ngomong mah, kalo ngalamin kadang kesalnya minta ampun, terpaksa kita deh yang berteriak dalam hati). Katanya lagi, anak belajar ngamuk dari orang-orang terdekat, nah loh.
Pengalaman pribadi pun pernah seperti di atas, membiarkan permintaanya tidak dikabulkan, walaupun sudah menangis keras-keras. Hasilnya adalah dia minta susu dan tertidur. Tetapi percaya dech kadang kita tidak tega kalo dia menangis keras sampai suara hilang, apalagi kalo masih ada uang di saku, keseringan kita yang kalah.
Berikut adalah tips mengatasi temper tantrum anak (sumber Koran Tempo, 1 April 2007)
- tetap tenang. Beri anak waktu menguasi diri nya sendiri
- jangan hiarukan anak hingga dia bisa lebih tenang
- lakukan apapun yang sedang anda lakukan selama masa tantrum berlangsung
- jangan memukul atau melakukan hukuman fisik apapun
- jangan menyerah pada tantrum anak, begitu menyerah mereka akan belajar mempergunakan perilaku tak pada tempatnya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
- jangan menyuap anak dengan hadiah untuk menghentikan tantrum. Anak-anak akan belajar bertindak tak semestinya untuk mendapatkanya
- singkirkan barang-barang yang berpotensi bahaya dari jangkuan anak-anak
clukindahose berkata,
April 8, 2007 @ 8:03 am
copy paste dulu ah.. kebetulan tanggal 1 kemaren lupa beli tempo.. =D
@ he..he..he…he..
abahapis berkata,
April 9, 2007 @ 2:56 am
Oh, itu namanya Temper Tamtrum toh, tak pikir emang anaknya ajah yang mulai menunjukan kenakalanya. Emang sih, kita orang tua biasanya kagak mau ribut, jadinya kita yang ngalah deh.
Ijin nge-print yah?
@ begitu katanya, silahkan bebas kok.
helgeduelbek berkata,
April 10, 2007 @ 1:12 pm
makasih atas informasinya sebab saya gak pernah membaca tempo, gak sanggup beli hehehe, disini gratis
@ bisa aja Pak Guru ini….he..he..
mita berkata,
September 11, 2007 @ 7:17 am
Salam Kenal. Saya Mita. Senang rasanya membaca pengalaman Anda menghadapi anak tantrum. Jika berkenan boleh saya mengetahui lebih dalam lewat email: ini_mita@yahoo.com. Trima kasih banyak.
@ sama Mbak, terima kasih banyak. salam kenal juga.