“Playgroups..,Jangan..,Playgroups..?
Sebagai ayahnya Wana, saat ini saya dalam keadaan “bingung” (kata orang sunda artinya “Moro babi meunang maung”). Kenapa bingung?. Usia si Wana saat ini menjelang 3 tahun, usia yang pas untuk masuk playgroups atau semacam preschool menurut customer servicesnya lembaga playgroups atau preschool. Kami sendiri sudah sering bertanya dan cari informasi mengenai playgroups (sampe-sampe brosurnya penuh di jok belakang) tetapi tetap saja saya kurang yakin apa iya playgroups bermanfaat buat perkembangan berbagai jenis kecerdasan anak sebelum memasuki usia sekolah. Apa nggak ada cara lain? seperti dibiarkan bermain dengan teman-teman sebayanya di lingkungan kampung, dibiarkan menangis, marah, menghitung bersama benda disekitarnya, saling bernegosiasi untuk urusan pinjam-meminjam mainan dan masih banyak lagi hal-hal lain yang mungkin tidak dapat di design di ruang playgroups atau preschool tersebut.
Sampai saat ini kami belum memutuskan apakah si Wana akan masuk playgroups atau tidak, tetapi nampaknya kalaupun masuk, kami hanya akan pilih yang sehari paling lama dua jam saja (karena kalau satu jam saja kaya lagu-nya Tika Bisono he..he..he.jadul banget). Itupun tidak ada harapan yang muluk-muluk, hanya sekedar pindah tempat bermain saja. Kalau bapak atau ibu sudah punya pelajaran atau pengalaman tolong beritahu saya yaa.
tabik
Evy berkata,
Maret 9, 2007 @ 6:03 am
Anakku yg pertama masuk play group, yg nomer dua ga tak masukin play group, alasannya sbnrnya cuman teknis.. waktu itu aku lagi sibuk2nya sekolah jadi ga ada yg nganter…mo naik angkot ga tega, akhirnya dia langsung TK, waah penyesuaian susaah, tiap hari minta pulang…marah2…menurutku ada baiknya masuk play group untuk belajar sosialisasi… tp ya ga usah lama2 apalagi sampe bo2 di sekolah aku kok ga tega…
@ ide untuk membiasakan anak pergi sekolah pas sekali Mbak, terima kasih banyak.
grandiosa12 berkata,
Maret 9, 2007 @ 10:50 pm
Anak saya di playgroups dan sekolah di sini berkembang pesat kemampuannya. alasan saya masukkin dia ke sekolah karena memang ga ada temen main di rumah kecuali ibunya jadi kasian ga berkembang kemampuan sosialnya.
Disini bagus sekolahnya tapi mungkin karena metoda pendidikannya yah, di kleuter school di belgie ini anak sekolah bisa mulai dari umur 2,5 tahun dan malah full day dari jam 8 - 4 sore tanpa tidur siang. Anak saya ga bosen tuh ’sekolah’ kayaknya program yang disiapkan gurunya juga mantap.
Sebelumnya saya masukkin dia ke daycare/playgroup selama setengah hari malah kurang efektif.. anak saya kurang deket sama anak2 yang lain.. mungkin karena kurang waktu bermainnya dengan anak-anak yang lain dan merasa dia beda ama anak2 lain (karena cuma setengah hari) setelah fullday malah dia seneng di playgroup.
kesimpulannya mungkin mas bisa liat programnya dulu di playgroup seperti apa dan pilih playgroup yang membuat mas ga khawatir kalo ninggalin anak di sana
kayaknya kalau dua jam mah tanggung ya?
@ Betul juga Bung Roffi, disini cara jualan playgroups ada beberapa yg masih menggunakan cara2 aneh. bukan programnya yg ditonjolkan malah nama pemiliknya yang ditonjolkan karena orang terkenal, aneh kan? padahal belum tentu dalam 3 bulan, sekali aja org terkenal itu datang dan klo datang juga …so what gitu loh…. kedua, disini plagroups nampaknya (opini pribadi) masih menjadi ajang jual tampang orang tuanya he..he..he. Walhasil mereka selalu menerima program atau paket apapun walaupun mahal dan mungkin kurang cocok ama anaknya. BTW, terima kasih banyak saran-nya akan saya pikirkan serius, kalo lebih dari dua jam, disini dikasih makan dan snack he..he..tercantum dalam brosurnya tuh.
deking berkata,
April 9, 2007 @ 8:16 pm
Mungkin ada baiknya Bapak mencari info program beberapa playgroup…ya sekedar untuk compare dan siapa tahu ada yg programnya benar2 jelas…
Walaupun mungkin playgroup hanya seperti memindah tempat bermain tetapi apa yang disampaikan Kang Roffi benar…setidaknya anak belajar cara sosialisasi…
Maaf mungkin ini usulan ngaco karena saya tidak tahu maslah playgroup…menikah saja belum hehehe…
@ makasih masukannya, saya usah mulai cari-cari playgroups. insyaallah wana akan bergabung dgn playgroups mid tahun ini. pertimbangannya adalah di rumah tidak ada yang berpengalaman mendidik anak sebesar dia he..he..he..dan kasihan juga dia nggak ada temen jika sudah jam sekolah..temen2nya ngabur semua.
INDAH berkata,
Mei 14, 2007 @ 6:47 am
Ayahnya Wana, saya juga pernah punya masalah seperti itu. Bingung cari sekolah karena anak saya baru berusia 2 tahun. Tapi melihat perkembangannya yang cukup aktif tetapi kalau bertemu orang yang baru dilihat tidak mau berinteraksi, saya takut dia jadi tidak terarah dan pemalu. Akhirnya saya cari-cari sekolah yang waktu belajarnya hanya 1 minggu sekali. Pertimbangannya agar dia bersosialisasi dengan banyak orang dan saya juga tidak menuntut dia harus belajar layaknya siswa sekolah karena melihat umurnya baru 2th. Untungnya sekolahnya cukup mewakili apa yang ku harapkan.
Kalo aku sih menyarankan coba ikutan free class yg ditawarkan playgroup atau toddler biar kita jg melihat kegiatan dan cara guru-gurunya mengajar, agar kita punya bahan pertimbangan pada saat memutuskan sekolah mana yang dipilih
@ Mbak Indah, alhamdullilah, saat ini si wana sudah satu minggu masuk kelas preschool walaupun masih umur 2,10 tahun. kalau dimasukin ke toddler udah kegedean he..he..he… hari pertama dia menikmati, hari kedua stress dan nangis nyari mbaknya, hari ketiga ditungguin dan masih nyari mbaknya. Saya juga berpikir begitu, biar lah dia belajar (main) disana, nggak perlu ngoyo dulu. Kasian juga, dia jadwalnya padat 4 jam/hari dari Senin sampai Jum’at, pulang ke rumah langsung tidur kecapean.
zenah S.Psi berkata,
Juli 2, 2007 @ 8:56 am
Papa Wana…Saya seorang guru playgroup…menurut saya anak memang ada baiknya dimasukkan ke playgroup sejak usia 2 tahun…tidak perlu yang belajar dari senin samapai jumat..cukup yang 3 kali seminggu…tujuannya agar dia dapat bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya…dan pastikan playgroup yang dipilih tidak ngoyo dala memberikan materi…biarkan anak belajar ketika bermain bukan bermian ketika belajar…jadi biarkan anak-anak berkembang menurut usianya, dan pada usia 2 tahun memang merupakan usia bermain…Dan dapat dilihat perbedaan yang besar dari hari ke hari. Saya punya pengalaman dengan anak didik saya yang pada 1 mgg pertama selalu menangis, tetapi pada mgg2 mgg2 berikutnya ia sangat senang dan sekarang memiliki perkembangan yang sangat baik…
@ yaa bu, kayaknya si wana sekarang sudah enjoy, hanya klo berenang nggak mau, padahal klo berenang sama saya dia mau, bahkan di tempat dalam sekalipun.
lia berkata,
Juli 9, 2007 @ 8:31 am
Kalau menurut saya perlu tidaknya playgroup tergantung seberapa besar kebutuhannya buat anak. jika di rumah dia tidak punya teman main, apalagi hanya ada babysitter (yang mungkin lebih suka ngerumpi ke tetangga..hehe) atau masih suka sembunyi dibalik rok mama kalau ketemu orang, atau lebih suka menyendiri dan mainan tanpa peduli sekeliling, suka ‘ngamuk’ kalau keinginnya tidak dituruti segera, ditambah orang tua dua-duanya bekerja, yang malah pulang-pulang anak dijejali mainan karena rasa bersalah, wah itu mah kondisi ‘warning’ yang berarti anak harus segera ditemukan sama sesama pemilik ‘ego’ seusianya..dan itu berarti kalau tidak dititipin ke semacam ‘day care unit’ yah harus dicarikan ’sekolahan’.
@ Wana udah masuk playgroups Bu, dia udah banyak kemajuan sekarang, komunikasi lebih nyambung dan lancar.