Pak, Kenapa Gunung Itu Ngikutin Kita Terus Yaa ?

Pernah dengar pertanyaan di atas?, saya pernah. Begitu mendengar pertanyaan tersebut, saya terkejut. Daripada sibuk mencari jawabannya malah saya sibuk berpikir ”kok bisa pertanyaan tersebut dilontarkan”. Pertanyaan di atas diucapkan oleh mantan pembantu saya yang berumur 19 tahun, pada saat ikut berkendara dari Bandung menuju Bogor.  Kebetulan setelah lepas Kota Cianjur kami melewati kawasan puncak yang berbukit-bukit dan disanalah terlontar pertanyaan tersebut. Hal lain lagi yang membuat kami terkesima oleh perilaku dia adalah pada saat dia menuangkan Coca Cola (Bukan promosi yaa), dia mencampurnya dengan air putih. Ketika kami tanya kenapa di campur air putih, dia jawab dengan polosnya ” Loh kan sirup harus dicampur air pak” padahal jelas-jelas yang dia pegang adalah botol coca-cola dan dia sendiri yang membukanya. Pembantu saya itu lulusan SMP dan berasal dari sebuah Desa di ujung timur Propinsi Jawa Timur.

Sekarang pembantu saya sudah tidak bekerja di tempat saya lagi karena dilarang oleh ibunya untuk kerja jauh dari rumah, padahal saya masih hutang penjelasan kepada dia kenapa gunung itu mengikuti mobil kami. Oh iya, pada saat itu, sambil nyetir saya tanya ke dia ” dulu pernah ikut pemilihan umum?” dia jawab pernah. Saya langsung aja fait accompli jawabannya dan dia membenarkan. He..he..he..Jargon membela wong cilik emang mantap.

Sampai sekarang saya tidak tahu apakah dia sudah tahu jawabanya atau belum mengenai pertanyaan di atas, karena saya sendiri masih bingung harus jawab apa jika pertanyaan tersebut muncul lagi. Apalagi sambil nyetir. tabik

7 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    ilham berkata,

    Februari 14, 2007 @ 6:21 pm

    Pasti dik Wana sering naik mobil. Ampe sekarang om yg sering ngafe di bengkel motor ini jg lom nemu jawapannya. mgkn pak Guru Urip yg lebih tahu… Ya kan pak Guru? atau bu Dokter Evy, mgkn?

  2. 2

    Helgeduelbek berkata,

    Februari 15, 2007 @ 1:06 am

    Yah banyak pertanyaan yang diajukan anak lugu dengan daya berpikir kritis tinggi, ini membuat kita berkerut untuk memberikan jawaban yang bisa mudah dimengerti olehnya.
    Saya juga gak bisa menjelaskan kalau untuk anak kecil. Kalau ke orang dewasa yah itu karena pergerakan relatif kita dalam kendaraan terhadap benda diam. hanya itu.
    Ada yang bisa menjelaskan lebih jauh? atau barang kali saya keliru?

  3. 3

    Sara berkata,

    Februari 23, 2007 @ 5:16 am

    aku juga bingung mau jawab apa…. :(

    He..he…he…hal biasa kadang luput dari perhatian kita

  4. 4

    peyek berkata,

    Februari 23, 2007 @ 12:30 pm

    he..he… nggak tau ngasih comment apa,
    blogwalking, salam kenal deh

  5. 5

    tukangkomentar berkata,

    Februari 24, 2007 @ 4:14 pm

    Mungkin harus tanya ahli mata dan ahli syaraf, karena menurut saya ini (masalah gunung itu lho) masalah perspektif pandangan dan penerusannya ke pusat syaraf.
    Saya waktu masih kecil malah pernah bilang (kata orang-orang lho!): Hore, gunungnya ikut pulang, jadi bisa liburan terus! (waktu itu kami baru pulang dari liburan di Sarangan).
    salam kenal!

  6. 6

    agorsiloku berkata,

    Maret 5, 2007 @ 12:04 pm

    Gunung mengikuti kita terjadi karena kita bergerak relatif terhadap objek yang berjarak cukup jauh dari pandangan mata kita, sedangkan gerakan kita relatif terhadap objek-objek yang berada di sekitar kita. Latar belakang dari objek yang jauh itu adalah gunung yang menjadi latar belakang terhadap objek-objek di sekitar kita. Jadi seolah-olah gunung itu mengikuti kemanapun kita bergerak. Yang sebenarnya terjadi, posisi gunung itu relatif terhadap objek di sekitar kita bergerak. Karena objek yang jauh itu cukup besar (atau bahkan sangat besar), seperti bulan, matahari, atau bintang maka pergerakan kita terhadap objek itu nyaris tidak berarti karena jarak objek terhadap kita sangat jauh sehingga nyaris pergerakan kita tetap akan sejajar dengan objek itu. Karena itu pula objek yang besar dan jauh akan seolah mengikuti kemanapun kita pergi, kita sendiri bergerak dan merasakan bergerak karena objek di sekitar kita.
    ||
    A1—-A2 ————————————————————————-|| Gunung.
    ||
    Jarak A1 ke A2 hanya 15 meter (misalnya),
    Jarak A1 ke Gunung misal 10 km.
    Jadi pergerakan A1 10 meter saja, mempengaruhi posisi ke A2
    sedangkan ke Gunung A1 dan A2 relatif tetap.

    Karena itu, kita melihat gunung itu bergerak.

    salam,

  7. 7

    senyumsehat berkata,

    Maret 7, 2007 @ 4:02 am

    Pak, kenapa ga di update ?

RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda