Pernah dengar pertanyaan di atas?, saya pernah. Begitu mendengar pertanyaan tersebut, saya terkejut. Daripada sibuk mencari jawabannya malah saya sibuk berpikir ”kok bisa pertanyaan tersebut dilontarkan”. Pertanyaan di atas diucapkan oleh mantan pembantu saya yang berumur 19 tahun, pada saat ikut berkendara dari Bandung menuju Bogor. Kebetulan setelah lepas Kota Cianjur kami melewati kawasan puncak yang berbukit-bukit dan disanalah terlontar pertanyaan tersebut. Hal lain lagi yang membuat kami terkesima oleh perilaku dia adalah pada saat dia menuangkan Coca Cola (Bukan promosi yaa), dia mencampurnya dengan air putih. Ketika kami tanya kenapa di campur air putih, dia jawab dengan polosnya ” Loh kan sirup harus dicampur air pak” padahal jelas-jelas yang dia pegang adalah botol coca-cola dan dia sendiri yang membukanya. Pembantu saya itu lulusan SMP dan berasal dari sebuah Desa di ujung timur Propinsi Jawa Timur. Read the rest of this entry »