Mendengar ucapan di atas dari mulut Wana saat melepas kepergian saya tugas ke luar kota, sungguh sangat mengharukan. Semangat untuk bertugas, langsung turun ke titik 273 Kelvin, rasanya malas untuk berangkat. Apalagi mengingat akan lama bertugas keluar kota kali ini. Tapi apa mau dikata tugas tetap harus dilaksanakan.
Saya pandangi wajahnya, dia tertawa. Saya peluk sekali lagi dan saya cium rambutnya, kemudian bergegas masuk untuk check in, walaupun dengan perasaan hati yang tak beraturan. Terlihat sekilas di sudut mata Sang Bunda ada pantulan cahaya kristal. Sebuah tanda kesedihan yang mendalam.
Kata-kata tersebut selalu terngiang-ngiang walaupun (tak terasa) sudah 2 bulan lamanya meninggalkan rumah. Bagaikan sebuah doa, jampi-jampi atau jimat yang punya tuah, kata-kata tersebut mampu melindungi dan mencegah dari keburukan.
“Wana, ayah kangen juga sama kamu, sayang”
bunda said,
1 February 2007 @ 7:57 am
Hari minggu sore saat akan berangkat ke gereja Wana bertanya,
Wana : ” Unda, Ayah mana sih ”
Bunda : ” Khan lagi kerja di Aceh ”
Wana : ” Naik bis yah..?”
Bunda : ” Naik Pesawat, waktu itu Kakak ikut anter Ayah khan ?”
Wana : ” Oh.. kalau naik pecawat, pulangnya lama yah..”
Bunda : “Wana kangen sama Ayah..?”
Wana : ” iyahh.. kangen sekali ”
Sekarang Wana sudah bisa membedakan antara keinginan yang biasa – biasa dan keinginan yang luar biasa.
Tirta selalu ketawa kalau melihat Wana bersin atau batuk makanya Wana suka pura – pura bersin di muka Tirta. Rasa jealeous Wana masih sama dengan yang dulu ttp tdk pernah pukul adeknya lagi. Malahan dia suka menawarkan diri utk menjaga adeknya kalau Wana minta mbaknya utk bikin susu. Wana suka teriak ” Mbak… adek enyot jempol tuuhh ” Maksudnya, biar mbaknya cepat – cepat datang. He..he.. sudah semakin pintar dia.
Tirta sudah bisa tengkurap bolak – balik. Kalau nggak mau minum susu, botol susunya suka dipukul agar jatuh dan dia langsung marah. Kalau tidur lebih suka miring. Dia semakin cantik dan ramah.. Paling suka kalau dikasih makan buah yang dicampur jeruk.
peluk hangat buat WanaTirta, dah nggak sabar pengen pulang nih.