Jangan kaget dengan judul di atas, emang Sang Bunda yang menyuruh Wana untuk main hujan-hujanan. Maksudnya apa? Sederhana aja, Sang Bunda pengen anaknya merasakan air hujan langsung dari langit biar tahu dan enggak takut, itu saja, nggak lebih nggak kurang. Nggak takut sakit? Ibunya bilang nggak takut karena sudah disiapkan air hangat untuk mandi dan makanan-minuman hangat. Lagian jaman sekarang, udah banyak dokter hebat, spesialis lulusan luar negeri masa ngobatin anak sakit karena kehujanan nggak mampu.
Memang agak luar biasa juga nyuruh anak umur 2 tahun hujan-hujanan, tapi jika dipikir lebih dalam emang ada gunanya juga, selain melatih anak terbiasa dengan lingkungan yang akan dihadapinya juga berharap Si Wana belajar sesuatu dari Hujan.
”Enggak usah takut sakit”, Begitu Sang Bunda berkata. Karena berdasarkan pengalaman Sang Bunda si Wana nggak pernah sakit karena hujan-hujanan, atau di ajaknya Bapaknya Camping ke Gunung ( Si Wana pertama camping umur satu tahun, kalau Tirta baru dua bulan), atau kelelep di kolam renang atau karena main pasir di lapang. Biasanya Si Wana sakit kalau tertular dari orang dewasa, seperti Bapaknya, Ibunya atau Mbaknya (walaupun pencegahan sudah dilakukan) atau tertular dari temen mainya yang sakit. Malah kayanya Si Wana pernah sakit karena kelamaan di ruang AC he..he..he…
Nah, gimana apakah ada yang mau nemenin main hujan-hujanan?.
tukangkomentar said,
24 February 2007 @ 4:26 pm
Walah, waktu masih kecil saya sakit asma bueratt sekali. Sebetulnya nggak boleh kedinginan, karena bisa pilek dan kambuh asmanya.
Tapi ya, gitulah, kalau bapak & ibu lagi meleng, ya lari keluar hujan-hujan dan malamnya mengak-mengik sesak nafas (tapi nggak nyesel hujan-hujan sambil berantem sama teman).
Nah, sekarang saya nggak punya asma lagi, lho! (Hasil hujan-hujan???). Jangan ditiru lho!