Nggak Akit (Sakit) Kok Ayah?

Tadi pagi si Wana jatuh waktu lari-lari di tanah lapang pinggir rumah tapi dia langsung bangun lagi dan hanya bilang ” aduh ana atuh, ayah”. Sebagai orang tua yang baik, tentunya langsung saja Ayah nya bertanya,

Ayah : ” Mana yang sakit Wana?”

Wana : ” enggak akit kok ayah”, dia menjawab dengan polosnya, padahal jelas-jelas lututnya mengeluarkan darah.

Ayah : “Loh, itu kakinya berdarah Wana”

Wana : “enggak akit kok, ayahhh”, sang anak menegaskan dan tidak menangis sama sekali.

Sebagai Ayah tentu jawaban ini jauh dari dugaan, bagaimana mungkin kaki mengeluarkan darah tapi sang anak berkata tidak sakit, menangis pun tidak. Bagi sebagian orang mungkin akan berkata “Wah anak saya emang jagoan” tapi bagi Ayahnya Wana ini adalah sebuah tanda bahaya. Bagaimana jika sang anak, bilang enggak sakit karena hanya takut ayahnya atau ibunya marah, padahal lututnya sakit. Bagaimana jika ternyata bukan hanya lecet saja tetapi ada memar, tetapi karena takut sang anak tak berani bilang sakit dan menangis. Ini sangat berbahaya.

Pulang ke rumah, Ayahnya Wana menginterogasi Ibunya Wana.

Ayah : “Bu, klo Wana jatuh nangis nggak?”

Ibu : “Kadang nangis, kadang enggak”

Ayah : “Tapi nggak pernah dimarahin kan kalo nangis karena jatuh atau kesakitan”

Ibu : “Yaa enggaklah, emang kenapa?”

Ayah : “Tadi Wana jatuh, tapi dia tidak nangis malah bilang enggak sakit, ayah kuatir dia begitu karena suka dimarahin kalau nangis, padahal itu kan bagus artinya dia merasa sesuatu yang tidak beres pada tubuhnya”.

Setelah kejadian itu dan mengingat bahaya yang mungkin timbul, maka kalau Wana Jatuh atau kejeduk pintu atau jendela, selalu ditanya

” Wana mana yang sakit, enggak papa kok kalau sakit juga”, maksudnya biar segera tahu apakah ada yang tidak beres pada tubuhnya dan ambil tindakan, karena bagaimanapun hanya dia yang bisa merasakan.

Jadi jangan suka marahin anak kalau nangis setelah jatuh atau kesakitan, apalagi melarangya karena itu adalah respon alami dia. Yang parah kalau orang tuanya berkomentar “lihat anak saya mah jagoan, udah jatuh juga nggak nangis”

Tabik

7 Responses so far »

  1. 1

    bunda said,

    suatu malam wana bilang kalau dia sakit perut. waktu mau diperiksa sama si mbak dia menolak dengan alasan ” jangan mbak.. nanti tambah sakit lhoo “

  2. 2

    wanatirta said,

    Jadi dia takut klo diobatin tambah sakit yaa, kalau jatuh misalnya..dia takut di kasih betadine karena jadi perih. hemmm perlu penanganan lain kalo gitu…menyakinkan dia bahwa diobati walaupun sakit tapi sebentar dan bikin sembuh.

  3. 3

    helgeduelbek said,

    Kalo anak saya dijamin nangis dah. Biasanya anak nangis saat jatuh bukan karena sakitnya tapi karena kagetnya itu. Bener gak?

  4. 4

    wanatirta said,

    Betul juga Pak Guru…Klo kaget anak suka nangis..karena kalo ibunya teriak kaget sang anak langsung nangis, kata orang sunda mah “Reuwaseun”

  5. 5

    agorsiloku said,

    Dari anak, banyak yang bisa kita pelajari tentang kearifan. Sesuatu yang pernah ada, kemudian hilang karena kesibukan dan ketidakpedulian.

  6. 6

    cluk said,

    Jadi kangen ama keponakan saya.. abis ngegigit orang, bukan yang digigit nangis tapi malah dianya yang nangis,,, hukss.. hukss.. zahra…zahra…

  7. 7

    wanatirta said,

    Cerita tentang anak emang nggak ada abis-abis mas Cluk dan bung Agor.


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words