Kok Mainan Si Wana Rusak Melulu?

Ibunya si Wana kemarin curhat bahwa si Wana (yg umurnya belum 2 tahun loh) seringkali merusak mainan yang baru dibeliin. Boneka, langsung putus lehernya, mobil-mobilan langsung amburadul di banting, piano-pianoan jebol karena terlalu keras dipencet-pencet, apalagi krayon beli mahal-mahal patah semua, masih mending kadang-kadang jadi serpihan nggak jelas. Ibunya si Wana ini kayanya mulai menuduh bahwa si Wana nggak bisa awet, atau bosenan kalo dibeliin mainan, pasti dirusak melulu, akibatnya si Wana nggak pernah lagi dibeliin mainan. Kasihan betul dia, pas saya lihat juga dia sedang bermain dengan barang-barang rongsokan.

Kemudian saya tanya ke Ibunya, “maaf yaa Mbak, waktu beli mainan dilihat nggak tanda umur anak yang diperbolehkan atau disarankan untuk mainan-mainan yang Mbak beli?”.

Spontan si Mbak jawab.”lah, emang ada?”. “ada Mbak.” jawab saya santai.

Tiba-tiba Ibunya si Wana melesat ke belakang dan dalam sekejap udah bawa kotak mainan.

“Coba lihat sebelah mana tanda umur itu?”. saya terima dan lihat sebentar, biasanya dibawah, sudut kiri atau kanan, “ini Mbak, tertulis disini untuk anak 4-6 tahun”. Langsung Ibunya si Wana rebut itu kotak dari tangan saya, dan dia tampak jadi malu sendiri. Gimana nggak cepet rusak, anak belum 2 tahun dikasih mainan untuk anak 4-6 tahun.

“Aduh kasihan si Wana, orang tua yang salah beli kok dia yang jadi tertuduh yaa, Wannaaa, Wannaaa kesini sayang, kita beli mainan yuuk”. Ibunya si Wana teriak-teriak manggil si wana untuk menebus kesalahanya.

He..he..itulah akibatnya yang salah orang tua, anak jadi sasaran. Emang orang tua sok pinter sich. Teliti sebelum membeli aahh apalagi untuk keperluan anak bayi dan anak kecil, yaa walaupun kadang-kadang kalo beli mainan di pinggir jalan, atau di halaman sekolah SD pastinya nggak jelas tuh tanda umur, tapi kan bisa lihat dulu di toko mainan yang sekarang bejibun di mall-mall. Mainan seperti apa saja yang cocok untuk anak dirumah, nah kalo nggak kuat beli disitu, cari dech di pinggir jalan.

Tabik

3 Responses so far »

  1. 1

    Bunda said,

    Sekarang Wana suka mainan yang membutuhkan tenaga karena tiap hari teman – temannya (laki – laki semuaaa) suka main di rumah.

  2. 2

    langit said,

    anak kecil merusak mainan itu wajar. Itu tanda anak kreatif. bahkan sebenarnya ‘merusak’ yang menurut orang dewasa negatif.. menurut anak-anak sendiri adalah justru bermain.
    hanya memang saat bermain kalo perlu ditemani…
    nanti seiring dengan umurnya… dia akan mengerti sendiri apa arti mainan yang dibelikan atau ditemukan olehnya.

    salut untuk wana dan bundanya…

  3. 3

    wanatirta said,

    Iya emang mbak…anak suka explore sesuatu…mereka mungkin maish dalam tahap pengamatan dan selalu ingin tahu. Makasih masukanya


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words