Archive for January 28, 2007

Nonton TV Menyebabkan Autis?

Bapaknya si Wanatirta bulan kemarin jalan-jalan ke rumah kawannya yang tinggal di Sanur, Bali. Sekalian dia ajak juga si Wana (emang bapaknya ini sayang betul ama si Wana). Sewaktu istirahat siang di ruang keluarga, Si Bumi, anaknya kawan bapaknya si Wana minta nonton film (lupa nama filmnya..sejenis teletubis lah). Kemudian Kawannya itu ajak bapaknya si Wana untuk nonton sama-sama,  ” ayo nonton film, si Wana boleh kan nonton film (Wana belum 2 tahun), karena ada temen saya yang melarang anaknya nonton film, apalagi siaran TV”.

Bapakya si Wana diem aja, sambil ikut ke ruang keluarga, tapi dalam hati berkata

” kayanya si Wana tuh sering nonton film atau acara TV di rumah, emang kenapa yaa”.

” emang kenapa kalo nonton TV?”.

Kawan bapaknya si Wana menjawab ” loh nggak tau yaa, sering nonton TV kan bikin anak autis, apalagi sekarang banyak sinetron yang nggak mendidik”.

Sampai dirumah tiga hari kemudian, bapaknya si Wana perintahkan ke istrinya dan si Mbak yang urus Wana untuk tidak nonton TV saat si Wanatirta masih bangun, Walaupun ketika ditanya belum tahu jawabnya. Tetapi karena ibunya si Wana penurut, yaa sampai sekarang ini, di rumah si Wanatirta tidak ada yang nonton TV sebelum si Wanatirta tidur, kecuali film anak yang suka dijual di mall-mall.

Mungkin ada kawan yang tahu jawabanya?

Tabik

Leave a comment »

Kok Mainan Si Wana Rusak Melulu?

Ibunya si Wana kemarin curhat bahwa si Wana (yg umurnya belum 2 tahun loh) seringkali merusak mainan yang baru dibeliin. Boneka, langsung putus lehernya, mobil-mobilan langsung amburadul di banting, piano-pianoan jebol karena terlalu keras dipencet-pencet, apalagi krayon beli mahal-mahal patah semua, masih mending kadang-kadang jadi serpihan nggak jelas. Ibunya si Wana ini kayanya mulai menuduh bahwa si Wana nggak bisa awet, atau bosenan kalo dibeliin mainan, pasti dirusak melulu, akibatnya si Wana nggak pernah lagi dibeliin mainan. Kasihan betul dia, pas saya lihat juga dia sedang bermain dengan barang-barang rongsokan.

Read the rest of this entry »

Comments (3) »