25 April 2009
· Filed under Nasib Anak
Kata-kata di atas akhir-akhir ini sering diucapkan anak bungsu saya, pagi hari, siang hari, bahkan malam hari menjelang tidur pun masih juga mengucapkan kata-kata di atas. Jadi terharu mendengarnya, mengingat biaya sekolah “playgroup” saat ini cukup mahal belum lagi biaya-biaya sampingan yang bejibun.
Kemarin istri saya (karena cuti, jadi ada dirumah) bilang bahwa si dede menemukan uang kertas mainan kemudian di pungut dan diberikan ke bundanya sambil berkata ” Bunda ni wang buat colah dede”. Hampir nangis bundanya itu mendengar si Tirta bicara seperti itu. he..he.he.
Saya sendiri sempat ditelepon beberapa kali oleh pemasaran sekolah-sekolah playgroup tersebut, tapi jawaban saya selalu ngeles, “nanti dulu yaa, anaknya belum 3 tahun” padahal yang ada dalam pikiran saya adalah berapa rupiah yang harus saya sediakan jika masuk pada saat itu.
Biaya sekolah ini memang sudah menghantui sejak lama…(”sapa suruh bekeng anak”, kata temen saya dari timur).
sekolah bagus kayanya sudah pasti mahal, sekolah mahal belum tentu bagus; sekolah murah belum tentu jelek tetapi sekolah jelek kayanya sudah pasti murah. hemm jadi bingung neh.
Ada nggak sekolah murah sudah pasti bagus???
23 April 2009
· Filed under Nasib Anak
Kemarin, sekitar hari Selasa, 21 April 2009 pas hari raya Kartini. Wana n Tirta muntah-muntah secara bersamaan, mulainya sejak malam sebelumnya. Wana duluan yang muntah, kemudian tengah malam Tirta mulai muntah-muntah juga. Paginya, Wana pergi sekolah seperti biasa, saya berpesan kalo muntah lagi bilang ayah agar dijemput pulang. Tak alam Wana pergi sekolah, Tirta muntah-muntah lagi, dua kali. Saya yakin sekali nih anak keracunan makanan. Tapi apa?. Selidik punya selidik, ternyata mereka berdua pada hari Senin, tanggal 20 April 2009 makan buah kelengkeng yang dibeli pada hari Minggu. Kelengkeng di simpan di kulkas itulah yang mereka habiskan mengakibatkan muntah-muntah pada malam harinya.
Pas jam 10 pagi hari Selasa itu, saya ditelepon oleh guru Wana bahwa Wana sudah muntah dua kali lagi. Secepatnya saya jemput dia dan bawa pulang. Mereka berdua saya suruh istirahat dan banyak minum. Kembali yakin mereka keracunan buah kelengkeng, apalagi perut mereka kosong dari makanan lain.
Sempat panik juga sich…tetapi sore hari kami bawa ke dokter anak. dinyatakan sehat dan dikasih obat anti mual/muntah yang diminum sebelum makan.
Dari pengalaman di atas, ternyata memang harus hati-hati juga titip anak ke Mbaknya di rumah, terutama soal makanan ini. Bagaimana kalo yang masuk perut anak adalah makanan lebih berbahaya??? atau terlalu kebanyakan sehingga menimbulkan efek samping.
Tabik
17 January 2009
· Filed under Nasib Anak
Pernah perhatikan mainan anak sekarang, terutama mainan anak putri? saya kadang-kadang memperhatikan jika pergi ke toko-toko. Saya perhatikan, nampaknya mainan anak sekarang cenderung seragam, warna pink mendominasi dengan gambar perempuan dewasa “personifikasi dari seorang putri”. Saya lihat ke rumah, ternyata hampir semua mainan Wana berwarna pink, bukan saja itu, bahkan tas sekolah, baju, sendal, sepatu, dompet pita buku semua warna pink dan bergambar perempuan dewasa. Pemikiran saya yang kampungan memproses ini bukan suatu yang wajar dan alamiah. Pink oriented, bagaimana ini?.
Ingat mainan pada jaman kita, berbagai bentuk dan berbagai warna, tidak ada dominasi warna dan gambar. lebih jauh lagi, anak saya wana n tirta, sudah kepengen jadi putri seperti yang ada dalam gambar-gambar tersebut. Mereka membayangkan seolah-olah kehidupan itu ada di masa datang mereka.
Ohhh warna pink yang merajalela bagaimana aku menghentikan mu, karena nyaris anakku tidak mau warna lain dan gambar lain…
28 October 2008
· Filed under Under 5 years Old
Judul di atas sebenarnya mencerminkan kelakuan si Wana akhir-akhir ini. Dia jadi agak, ehh bukan agak, memang malan mandi pagi untuk pergi ke sekolah. Ada saja alasanya, mau nonton teletubies dulu lah, pengen sama bundanya lah atau malah yang gawat dia bilang “ah ngantuk, mau tidur lagi”. Padahal dia mau pergi ke sekolah. Usaha membujuk, merayu sudah dilakukan, mulai dari kita mengalah , oke 5 menit lagi, atau oke nonton dulu, atau yaa baik mandi ama ayah..eehh tapi ujung-ujungnya tetap aja ogah. ternyata semua itu adalah usaha dia untuk mengulur-ngulur waktu..hehhhhh repot juga. hampir setiap hari terjadi negosiasi untk mandi pagi. Kadang kami sudah nggak tahan untuk melakukan pemaksaan-pemaksaan…seperti tangkap buka bajunya..walaupun meraung dan meronta, yaa apa boleh buat. tetapi kami tidak tega jika harus terjadi terlalu sering. kadang terjadi dialog dewasa, dan terjadi kesepakatan setiap pagi harus mandi untuk ke sekolah, sore baru nonton dan main ke lapangan..eehh ternyata perjanjian tinggal perjanjian, seperti jaman kumpeni dulu, perjanjian batal melulu.
Pertanyaan nya, bagaimana cara mendidik anak agar mau mandi pagi hari dengan tenang dan penuh kesadaran?
Tabik
2 June 2008
· Filed under Nasib Anak, Under 5 years Old
Si wana sudah hampir 4 tahun umurnya, tepatnya 3 tahun 11 bulan. Sampai detik ini, kebiasaan minum susunya masih banyak sekali, menurut saya loh. Hampir mencapai 800 mL/hari. Berat badannya sekarang adalah 24 kg lebih, dengan tinggi lk 107 cm. wana terlihat gemuk dan besar, saya khawatir sekali jika kebiasaan minum susunya tidak dikurangi maka berta badanya akan terus bertambah.
Nah, buat para orang tua yang sudah berpengalaman…kami mau bertanya nih bagaimana cara mengurangi minum susu anak saya ini, karena selain minum susu, si Wana kuat juga makannya hehehe…
salam
1 April 2008
· Filed under Nasib Anak
Saya sedang pusing akhir-akhir ini, anak saya si wana senang sekali ee di celana, walaupun hanya ngecrit tapi kan sangat mengganggu. saya sudah sering katakan kalau mau pup yaa bilang aja, tetapi dia sering menahan dan kemudian ngecrit dech di celana.
Gimana yaa cara kasih taunya..udah hampir frustrasi nih he..he..he..
salam
29 August 2007
· Filed under Nasib Anak
Si Tirta, umurnya pas satu tahun tetapi dia baru bisa jalan. masih tertatih-tatih dan hanya mau di atas kasur saja. pada saat berjalan Si Wana selalu memberi semangat..”adek ayo..adek ayo..jalan..jalan” begitu teriakan-teriakan Si Wana menyemangati adeknya.
Dibanding si Wana , Tirta badanya lebih kecil, tetapi dia lebih lincah. sampai-sampai kalo mau tidur pun dia berputar-putar terlebih dahulu atau merayap-rayap dipinggir kasur he..he..he…Ada satu hal yang sama, yaitu klo udah tidur adalah mengemut ibu jari tangannya (jempol) klo dicopot malah nangis diganti dengan dot pun tidak mau.
Selain badanya lebih kecil, Tirta mempunyai rambut yang lebih jarang..sampai sekarang rambutnya belum tumbuh sempurna, masih sedikit gundul. Gimana yaa caranya agar rambutnya tumbuh dengan tebal dan hitam seperti si Wana?
14 August 2007
· Filed under Nasib Anak
Kemarin waktu ngadain acara Ulang tahun si wana di sekolahnya preschool 1, ada yang mengganjal di hati. Kebetulan saya diberi kemewahan waktu untuk mendampingi acara ultah si Wana di sekolahnya tersebut. ganjalan hatinya adalah karena saya pada awalnya menduga akan ada kemeriahan dan kebahagaian di anak-anak yang ikut merayakan ultah.
Ternyata harapan tinggal harapan, ternyata pada saat acara, anak-anaknya pada cuek bebek, Si Wana sendiri yang ulang tahun malah bengong aja liatin bolu (kue tart) begitu sebagian temen-temenya, disuruh nyanyi diem semua, disuruh tepuk tangan bengong, yang rame malah hanya para mentor dan instruktur.
he..he..he…begitulah nasib anak, belum ngerti ultah, tapi karena sudah tradisi dan gengsi orang tua yaaah sudah dirayain…
14 June 2007
· Filed under Nasib Anak
Waktu mau mendaftarkan Si Wana ke Pre Scholl, saya ditanya umurnya si Wana. 2 Tahun 10 Bulan jawab saya. kemudian pihak sekolah menjelaskan bahwa ada tiga level di pre scholl yaitu toodler, playgroups dan kindergarten. Nah untuk Wana masih masuk Toodler katanya, karena belum berumur 3 tahun. kemudian saya bilang masukin aja di Playgroups kan tinggal 2 bulan lagi aja. jadilah si Wana di Playgroups. Read the rest of this entry »
26 May 2007
· Filed under Nasib Anak
Mengapa, hampir semua, dari kita ingin memiliki anak? bukankah memiliki anak akan menambah beban? bukankah memiliki anak hidup kita tidak bebas lagi? tidak seperti waktu masih gadis atau bujangan?
Pernahkan kita bertanya ke anak, apakah mau mereka dilahirkan ke dunia ini? Pernahkan kita bertanya ke anak dulu mereka tinggal dimana? Surga atau Neraka? tentu kalo mereka jawab dari neraka kita dapat berasumsi bahwa kita menyelamatkan mereka. kalau sebaliknya? Read the rest of this entry »
11 May 2007
· Filed under Nasib Anak
Dilampirkan adalah sebuah laporan hasil penelitian, survey mengenai hubungan Autistic Disorder dengan menyusui (susu asi) dan pemberian susu formula. Read the rest of this entry »
11 May 2007
· Filed under Nasib Anak
foto-foto Tirta 7 bulan dan Wana.

Suatu karunia yang tidak ternilai, patut disyukuri.
7 May 2007
· Filed under Nasib Anak, Under 5 years Old
Belum lama ini si Tirta (7 Bulan umurnya) adiknya Wana mencret-mencret dan berat badanya turun 3 ons sehingga terlihat kurusan. Penanganan yang kami lakukan adalah menambah volume minum susu dan air putih, mencret tak kunjung sembuh malah disekujur badannya keluar bintik-bintik merah, tidak melepuh. Ini Gawat. Kami segera bawa ke rumah sakit, unit gawat darurat. Read the rest of this entry »
13 April 2007
· Filed under Nasib Anak
Setelah berkali-kali mengamati berbagai jenis mainan anak, baik dari segi bentuk, ukuran dan material (bahan dasar mainan) dan pengalaman anak saya sendiri – Si Wana sempat ke UGD karena mainan huruf-huruf-pan terbuat dari gabus (steorofoam), dan satu potongan yang kecil masuk ke hidungnya, terimakasih kepada dokter yang telah mengambil potongan sterofoam tersebut. Untuk memilih mainan anak yang aman, menurut saya adalah sebagai berikut : Read the rest of this entry »
10 April 2007
· Filed under Nasib Anak
Akhir Maret 2007 saya sekeluarga jalan-jalan ke Jogjakarta, saya, istri dan Wana Tirta serta tidak lupa boneka babi kesayangan si Wana. Turun di Adisucipto langsung pesan taksi ke Hotel agar cepat istirahat. Satu jam kemudian, masih pagi sekitar jam sembilanan kami udah jalan-jalan ke tempat jualan gudeg jogja (tempat pastinya nggak hapal, deket kraton mungkin) sampai cukup siang, saat itu boneka babi masih dibawa oleh si Wana.
Tanda-tanda boneka akan hilang dimulai ketika pada sore hari jalan-jalan ke kraton jogja, boneka tidak dibawa oleh si Wana, kemudian ketika makan malam di Malioboro boneka nyaris ketinggalan, untung tukang parkir mengantarkan boneka tersebut, tidak jadi hilang lah pada saat itu. Besoknya, saya jalan dengan Wana dan Tirta ke Galeria M untuk beli celana penyerap kotoran (susah juga padahal kalo nama mereknya pasti langsung tahu), boneka juga tertinggal di hotel H di kawasan Monjali. Nah, betulan tertinggalnya ketika kita chek out dari hotel..tidak ada boneka tersebut di mobil pada saat menuju bandara, balik lagi ke hotel kata pegawai hotel tidak ada. Read the rest of this entry »