26 January 2010
· Filed under Nasib Anak
Pada hari sabtu 23 Januari kemarin, Tirta dan kakaknya maen di rumah. Mereka main sarung-sarungan berdua. Mondar-mandir sana-sini dalam sarung berdua. Mbaknya dan bundanya berkali-kali mengingatkan untuk berhati-hati dan jangan terlalu dekat dengan lemari atau tembok. Sampai suatu ketika, ketika Mbak-nya pergi makan dan bundanya sedang beres-beres di kamar terdengar suara benturan ‘jedduuuk” disusul suara tangisan si Tirta. Bundanya segera melihat dan ternyata kepalanya Tirta berdarah, sobek. Panik sambil merangkul Tirta bundanya menyuruh Mbaknya panggil ojek dan menenangkan kakaknya yang juga ikut menangis. Tak lama ojek datang dan segera membawa tirta ke rumah sakit. Pada saat dilakukan perawatan di rumah sakit, Tirta tidak menangis sedikitpun, baik saat disuntik (bius lokal) maupun saat dijahit. Hal ini membuat dokter dan perawat menjadi gemas, kok bisa anak diam saja lihat jarum dan darah he.he.he..
Loh Ayahnya kemana?. pada saat kejadian ayahnya sedang kerja diluar kota. begitu mendapat telepon bahwa Tirta kepalanya sobek ayahnya Tirta sempat bingung juga, tetapi ternyata dia memiliki istri yang cekatan, yang mampu mengatasi keadaan dengan cepat dan berpikir jernih. terima kasih Tuhan.
setelah semua beres, maksudnya kepala Tirta yang sobek sudah dijahit, dan kembali kerumah. Bundanya sempat melontarkan pertanyaan “Yah, kalau pas nggak ada kita berdua bagaimana? apakah bisa Mbaknya mengatasi?. Pertanyaan yang tak terjawab dan mudah-mudahan tak pernah terjadi. Amin.
Tabik
10 January 2010
· Filed under Nasib Anak
Membaca judul di atas aneh bukan? kok film anak malah mengerikan. Memang begitu, setidaknya menurut pendapat saya pribadi. Beberapa kali saya menonton acara sinetron/film anak yang diputar di TV. Pada saat ditengah tayangan seringkali saya kaget, merasa aneh dan merasa kuno. Bagaimana tidak, anak-anak yang berseragam SD atau SMP sekarang sudah canggih-canggih. Canggih dalam merencanakan sebuah kejahilan (mungkin cenderung kejahatan) kepada teman-nya sendiri. Canggih dalam mengajak rekan-rekanya melakukan kejahilan kepada kawan-nya sendiri. Canggih dalam menggunakan dengan segala fasilitas hi-tech yang ada. Kalau ada penggalan cerita dengan setting di sekolah, jarang yang lagi berdiskusi/belajar kebanyakan sedang bergosip, merencanakan kejahilan, berkelahi atau sedang mengintimidasi korban (kawan-nya yang lebih lemah).
Celakanya, pemeran korban (kawan yang lemah ini) juga sangat berlebihan. Menderita terus dan sial terus. Tidak ada kehendak untuk melawan, kecuali kalau ada mukjizat atau bantuan dari peri. Bagi saya ini sangat aneh. Terkadang ada hal lucu juga, anak-anak disuruh berperan jadi gelandangan atau orang miskin tetapi pakaian nya terlihat mahal, kulitnya mulus dan bersih serta alas kaki yang mahal. setelah itu ujung ketemu sama orang kaya yang merasa kasihan dan diangkat anak. kalau tidak, ketemu keluarganya (ortunya, neneknya, pamanya dll) yang kaya dan jadi kaya akhirnya.
Kadang jadi ingat acara boneka Si Unyil atau film ACI (Aku Cinta Indonesia) yang nampaknya lebih relatif mendekati kenyataan sehari-hari pada umum-nya. Nonton sinetron/film anak kita jaman sekarang sungguh mengerikan sekaligus menggelikan.
tabik
7 January 2010
· Filed under Kelakuan Anak
Pernahkan anda mengalami repotnya menenangkan anak-anak kita yang berebut mainan? atau pernahkan anda mengalami susahnya memberi pengertian ke anak-anak anda untuk bergiliran dalam menggunakan sebuah permainan?. Saya seringkali mengalaminya dan ini sungguh perbuatan yang tidak menyenangkan tetapi harus dilakukan. yang unik buat saya adalah kenapa mereka selalu ingin bermain dengan permainan yang sama pada waktu bersamaan?. Kadang jika kakaknya sedang diam, adeknya juga diam tidak melakukan aktivitas apapun, tetapi begitu kakaknya mulai ambil buku dan pensil warna tiba-tiba adiknya ingin juga memegang buku tersebut dan pensil warnanya sekalian.Berlaku juga sebaliknya. Kemudian kalau kita arahakan untuk mengambil buku lain dan pensil warna lain biasanya tidak mau. ingin yang sedang dipegang kakaknya (atau adiknya). Inilah yang bikin repot. Jadi terkadang kita beli mainan harus dua (kalau anaknya dua) dengan bentuk dan warna yang sama.
Sampai saat ini kalau ada kejadian rebutan begitu, pelan-pelan dan tetap tegas serta sabar, kami terus meminta mereka untuk bergiliran. pasti salah satu harus ada yang mengalah dan nangis (ini yang bikin kita sedih bukan..dan nggak tahan). Tapi tetap harus dilakukan. Kalau tidak, anak kemungkinan akan tumbuh mau menang sendiri dan bahkan (amit-amit dech) menjadi egois. Nah kalau udah begini kan yang rugi kita sendiri juga anaknya.
Cara lain selain meminta bergiliran adalah dengan bermain bersama. Tapi terkadang ini juga perlu proses dan kreatifitas orang tua dalam melihat situasinya serta permainanya saat itu. yaah intinya memang perlu proses, sabar dan ketegasan (konsisten). Kebiasaan berbagi saya pikir perlu ditumbuhkan sejak dini, walaupun kadang kita harus melihat anak menangis meraung-raung.
tabik
4 January 2010
· Filed under Kelakuan Anak
Judul di atas lebih merupakan pertanyaan ketimbang sebuah pernyataan. Pasalnya dua anak saya (keduanya perempuan) kalau pas mau beli mainan pasti memilih mainan yang sangat berbeda. Satunya (yang besar) biasa memilih buku tulis, buku gambar, pinsil berwarna dan hal-hal yang berwarna merah muda. Satunya lagi (adiknya-yang kecil) biasanya memilih mobil-mobilan, kereta bahkan pistol-pistolan. Nah dari sisi kelincahan bergerak (atau kemauan untuk bergerak) yang milih mainan mobil-mobilan ini selalu bergerak, berlari dan loncat-loncat. dia tidak suka terlalu lama diam di suatu tempat, berbeda dengan anak yang milih buku gambar dan pinsil warna, lebih suka duduk diam mengamati sesuatu dan mulai corat-coret walaupun tidak ada hubungan dengan keadaan sekitarnya.
pernah suatu sore, anak yang kecil ingin main sekali ke taman untuk berlari-lari dan berkejaran dengan anjing, kambing dan anak-anak lainya. sementara kakaknya nggak mau dia hanya ingin duduk untuk menulis dan menggambar. Alhasil mbaknya bingung mau nurutin yang mana. keduanya masih kecil dan perlu ditemanin. repot yaa.
saya melihat dan mengamati karakter keduanya jauh berbeda. Orientasi pilihan mainan pun jauh berbeda. jadi apakah mungkin kita bisa lihat dengan cepat karakter anak dari mainan-mainan yang mereka pilih?
salam
25 April 2009
· Filed under Nasib Anak
Kata-kata di atas akhir-akhir ini sering diucapkan anak bungsu saya, pagi hari, siang hari, bahkan malam hari menjelang tidur pun masih juga mengucapkan kata-kata di atas. Jadi terharu mendengarnya, mengingat biaya sekolah “playgroup” saat ini cukup mahal belum lagi biaya-biaya sampingan yang bejibun.
Kemarin istri saya (karena cuti, jadi ada dirumah) bilang bahwa si dede menemukan uang kertas mainan kemudian di pungut dan diberikan ke bundanya sambil berkata ” Bunda ni wang buat colah dede”. Hampir nangis bundanya itu mendengar si Tirta bicara seperti itu. he..he.he.
Saya sendiri sempat ditelepon beberapa kali oleh pemasaran sekolah-sekolah playgroup tersebut, tapi jawaban saya selalu ngeles, “nanti dulu yaa, anaknya belum 3 tahun” padahal yang ada dalam pikiran saya adalah berapa rupiah yang harus saya sediakan jika masuk pada saat itu.
Biaya sekolah ini memang sudah menghantui sejak lama…(“sapa suruh bekeng anak”, kata temen saya dari timur).
sekolah bagus kayanya sudah pasti mahal, sekolah mahal belum tentu bagus; sekolah murah belum tentu jelek tetapi sekolah jelek kayanya sudah pasti murah. hemm jadi bingung neh.
Ada nggak sekolah murah sudah pasti bagus???
23 April 2009
· Filed under Nasib Anak
Kemarin, sekitar hari Selasa, 21 April 2009 pas hari raya Kartini. Wana n Tirta muntah-muntah secara bersamaan, mulainya sejak malam sebelumnya. Wana duluan yang muntah, kemudian tengah malam Tirta mulai muntah-muntah juga. Paginya, Wana pergi sekolah seperti biasa, saya berpesan kalo muntah lagi bilang ayah agar dijemput pulang. Tak alam Wana pergi sekolah, Tirta muntah-muntah lagi, dua kali. Saya yakin sekali nih anak keracunan makanan. Tapi apa?. Selidik punya selidik, ternyata mereka berdua pada hari Senin, tanggal 20 April 2009 makan buah kelengkeng yang dibeli pada hari Minggu. Kelengkeng di simpan di kulkas itulah yang mereka habiskan mengakibatkan muntah-muntah pada malam harinya.
Pas jam 10 pagi hari Selasa itu, saya ditelepon oleh guru Wana bahwa Wana sudah muntah dua kali lagi. Secepatnya saya jemput dia dan bawa pulang. Mereka berdua saya suruh istirahat dan banyak minum. Kembali yakin mereka keracunan buah kelengkeng, apalagi perut mereka kosong dari makanan lain.
Sempat panik juga sich…tetapi sore hari kami bawa ke dokter anak. dinyatakan sehat dan dikasih obat anti mual/muntah yang diminum sebelum makan.
Dari pengalaman di atas, ternyata memang harus hati-hati juga titip anak ke Mbaknya di rumah, terutama soal makanan ini. Bagaimana kalo yang masuk perut anak adalah makanan lebih berbahaya??? atau terlalu kebanyakan sehingga menimbulkan efek samping.
Tabik
17 January 2009
· Filed under Nasib Anak
Pernah perhatikan mainan anak sekarang, terutama mainan anak putri? saya kadang-kadang memperhatikan jika pergi ke toko-toko. Saya perhatikan, nampaknya mainan anak sekarang cenderung seragam, warna pink mendominasi dengan gambar perempuan dewasa “personifikasi dari seorang putri”. Saya lihat ke rumah, ternyata hampir semua mainan Wana berwarna pink, bukan saja itu, bahkan tas sekolah, baju, sendal, sepatu, dompet pita buku semua warna pink dan bergambar perempuan dewasa. Pemikiran saya yang kampungan memproses ini bukan suatu yang wajar dan alamiah. Pink oriented, bagaimana ini?.
Ingat mainan pada jaman kita, berbagai bentuk dan berbagai warna, tidak ada dominasi warna dan gambar. lebih jauh lagi, anak saya wana n tirta, sudah kepengen jadi putri seperti yang ada dalam gambar-gambar tersebut. Mereka membayangkan seolah-olah kehidupan itu ada di masa datang mereka.
Ohhh warna pink yang merajalela bagaimana aku menghentikan mu, karena nyaris anakku tidak mau warna lain dan gambar lain…
28 October 2008
· Filed under Under 5 years Old
Judul di atas sebenarnya mencerminkan kelakuan si Wana akhir-akhir ini. Dia jadi agak, ehh bukan agak, memang malan mandi pagi untuk pergi ke sekolah. Ada saja alasanya, mau nonton teletubies dulu lah, pengen sama bundanya lah atau malah yang gawat dia bilang “ah ngantuk, mau tidur lagi”. Padahal dia mau pergi ke sekolah. Usaha membujuk, merayu sudah dilakukan, mulai dari kita mengalah , oke 5 menit lagi, atau oke nonton dulu, atau yaa baik mandi ama ayah..eehh tapi ujung-ujungnya tetap aja ogah. ternyata semua itu adalah usaha dia untuk mengulur-ngulur waktu..hehhhhh repot juga. hampir setiap hari terjadi negosiasi untk mandi pagi. Kadang kami sudah nggak tahan untuk melakukan pemaksaan-pemaksaan…seperti tangkap buka bajunya..walaupun meraung dan meronta, yaa apa boleh buat. tetapi kami tidak tega jika harus terjadi terlalu sering. kadang terjadi dialog dewasa, dan terjadi kesepakatan setiap pagi harus mandi untuk ke sekolah, sore baru nonton dan main ke lapangan..eehh ternyata perjanjian tinggal perjanjian, seperti jaman kumpeni dulu, perjanjian batal melulu.
Pertanyaan nya, bagaimana cara mendidik anak agar mau mandi pagi hari dengan tenang dan penuh kesadaran?
Tabik
2 June 2008
· Filed under Nasib Anak, Under 5 years Old
Si wana sudah hampir 4 tahun umurnya, tepatnya 3 tahun 11 bulan. Sampai detik ini, kebiasaan minum susunya masih banyak sekali, menurut saya loh. Hampir mencapai 800 mL/hari. Berat badannya sekarang adalah 24 kg lebih, dengan tinggi lk 107 cm. wana terlihat gemuk dan besar, saya khawatir sekali jika kebiasaan minum susunya tidak dikurangi maka berta badanya akan terus bertambah.
Nah, buat para orang tua yang sudah berpengalaman…kami mau bertanya nih bagaimana cara mengurangi minum susu anak saya ini, karena selain minum susu, si Wana kuat juga makannya hehehe…
salam
1 April 2008
· Filed under Nasib Anak
Saya sedang pusing akhir-akhir ini, anak saya si wana senang sekali ee di celana, walaupun hanya ngecrit tapi kan sangat mengganggu. saya sudah sering katakan kalau mau pup yaa bilang aja, tetapi dia sering menahan dan kemudian ngecrit dech di celana.
Gimana yaa cara kasih taunya..udah hampir frustrasi nih he..he..he..
salam
29 August 2007
· Filed under Nasib Anak
Si Tirta, umurnya pas satu tahun tetapi dia baru bisa jalan. masih tertatih-tatih dan hanya mau di atas kasur saja. pada saat berjalan Si Wana selalu memberi semangat..”adek ayo..adek ayo..jalan..jalan” begitu teriakan-teriakan Si Wana menyemangati adeknya.
Dibanding si Wana , Tirta badanya lebih kecil, tetapi dia lebih lincah. sampai-sampai kalo mau tidur pun dia berputar-putar terlebih dahulu atau merayap-rayap dipinggir kasur he..he..he…Ada satu hal yang sama, yaitu klo udah tidur adalah mengemut ibu jari tangannya (jempol) klo dicopot malah nangis diganti dengan dot pun tidak mau.
Selain badanya lebih kecil, Tirta mempunyai rambut yang lebih jarang..sampai sekarang rambutnya belum tumbuh sempurna, masih sedikit gundul. Gimana yaa caranya agar rambutnya tumbuh dengan tebal dan hitam seperti si Wana?
14 August 2007
· Filed under Nasib Anak
Kemarin waktu ngadain acara Ulang tahun si wana di sekolahnya preschool 1, ada yang mengganjal di hati. Kebetulan saya diberi kemewahan waktu untuk mendampingi acara ultah si Wana di sekolahnya tersebut. ganjalan hatinya adalah karena saya pada awalnya menduga akan ada kemeriahan dan kebahagaian di anak-anak yang ikut merayakan ultah.
Ternyata harapan tinggal harapan, ternyata pada saat acara, anak-anaknya pada cuek bebek, Si Wana sendiri yang ulang tahun malah bengong aja liatin bolu (kue tart) begitu sebagian temen-temenya, disuruh nyanyi diem semua, disuruh tepuk tangan bengong, yang rame malah hanya para mentor dan instruktur.
he..he..he…begitulah nasib anak, belum ngerti ultah, tapi karena sudah tradisi dan gengsi orang tua yaaah sudah dirayain…
14 June 2007
· Filed under Nasib Anak
Waktu mau mendaftarkan Si Wana ke Pre Scholl, saya ditanya umurnya si Wana. 2 Tahun 10 Bulan jawab saya. kemudian pihak sekolah menjelaskan bahwa ada tiga level di pre scholl yaitu toodler, playgroups dan kindergarten. Nah untuk Wana masih masuk Toodler katanya, karena belum berumur 3 tahun. kemudian saya bilang masukin aja di Playgroups kan tinggal 2 bulan lagi aja. jadilah si Wana di Playgroups. Read the rest of this entry »
26 May 2007
· Filed under Nasib Anak
Mengapa, hampir semua, dari kita ingin memiliki anak? bukankah memiliki anak akan menambah beban? bukankah memiliki anak hidup kita tidak bebas lagi? tidak seperti waktu masih gadis atau bujangan?
Pernahkan kita bertanya ke anak, apakah mau mereka dilahirkan ke dunia ini? Pernahkan kita bertanya ke anak dulu mereka tinggal dimana? Surga atau Neraka? tentu kalo mereka jawab dari neraka kita dapat berasumsi bahwa kita menyelamatkan mereka. kalau sebaliknya? Read the rest of this entry »
11 May 2007
· Filed under Nasib Anak
Dilampirkan adalah sebuah laporan hasil penelitian, survey mengenai hubungan Autistic Disorder dengan menyusui (susu asi) dan pemberian susu formula. Read the rest of this entry »